Tantangan Alat: Meskipun pengolahan lahan masih manual menggunakan tugal dan cangkul, ke depan para petani membutuhkan dukungan alat mesin pertanian seperti kultivator dan mesin perontok jagung.
”Polri hadir untuk memastikan program pemerintah ini dirasakan langsung oleh petani. Kami tidak hanya menjaga keamanan, tapi juga menjadi jembatan agar aspirasi petani mengenai sarana prasarana bisa tersampaikan,” ujar Kapolsek Kawali, AKP Hj. Iis Yeni Idaningsih.
Langkah Polsek Kawali ini mendapatkan apresiasi dari Ketua Kelompok Tani Kencana Mekar V dan para penggarap lahan.
Keterlibatan aparat kepolisian dinilai memberikan suntikan semangat baru bagi mereka dalam mengelola lahan.
Sinergi antara Polri, Dinas Pertanian, dan pemerintah desa diharapkan mampu meningkatkan produktivitas jagung di wilayah Kawali.
Melalui pengawalan rutin seperti ini, Polres Ciamis berkomitmen untuk terus mendukung kemandirian pangan di daerah.
Dengan memastikan persiapan yang matang sejak masa tanam.
Diharapkan target swasembada pangan yang menjadi visi besar ketahanan pangan nasional dapat tercapai mulai dari level akar rumput.














