”Kenaikan perolehan ini menjadi bukti nyata bahwa kesadaran masyarakat untuk berzakat terus bertumbuh. Selain itu, fenomena ini menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan publik kepada Bazis sebagai lembaga resmi penyalur zakat masih tetap tinggi dan terjaga,” jelas Ijang di tengah suasana khidmat Lebaran.
Ia menilai, di tengah dinamika ekonomi, masyarakat justru semakin cerdas dalam memilih kanal penyaluran dana sosial mereka.
Lembaga resmi seperti Baznas dianggap sebagai mitra yang kredibel untuk memastikan setiap rupiah yang dikeluarkan sampai ke tangan yang tepat secara transparan.
Memutus Rantai Kemiskinan secara Berkelanjutan
Ijang Faisal juga memberikan jaminan bahwa dana yang terkumpul tidak akan mengendap sebagai angka statistik semata.
Baznas Jawa Barat berkomitmen untuk segera mentransformasikan dana ZIS tersebut menjadi program-program pemberdayaan umat yang berkelanjutan.
”Seluruh penerimaan zakat, infak, dan sedekah ini akan kami optimalkan untuk program pemberdayaan. Fokus kami bukan sekadar bantuan sesaat, melainkan menciptakan kemandirian bagi para mustahik (penerima zakat) agar mampu memperbaiki taraf hidupnya secara jangka panjang,” tegasnya.
Dengan kolaborasi yang solid antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota, dan masyarakat.
Baznas Jabar optimis bahwa dana triliunan rupiah ini akan menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan dan instrumen penting dalam pengentasan kemiskinan di tanah Pasundan.














