”Musim tanam sekarang sudah dimulai dan kita akan panen April mendatang. Selanjutnya, pada musim tanam kedua sekitar Mei atau Juni, benih dari BRIN ini sudah bisa digunakan langsung oleh masyarakat,” jelasnya.
KDM meyakini jika kenaikan produksi ini merata di seluruh wilayah, maka kesejahteraan petani Jabar akan melonjak drastis.
Hadirnya “Rumah Inovasi Daerah”
Gayung bersambut, Kepala BRIN Arif Satria memuji visi progresif sang Gubernur.
Sebagai bentuk dukungan nyata, BRIN akan segera membangun Rumah Inovasi Daerah di Jawa Barat.
Fasilitas ini akan menjadi pusat ekosistem riset untuk mempercepat pembangunan ekonomi, sosial, hingga pelestarian lingkungan.
Selain itu, Arif menggarisbawahi pentingnya pendekatan nature-based solution yang diusung KDM, terutama dalam memitigasi bencana di Jawa Barat.
”Pak Gubernur sangat konsen pada mitigasi risiko. Padahal, biaya mitigasi jauh lebih murah daripada biaya menanggulangi dampak bencana. Inilah pentingnya menyelesaikan masalah dengan berbasis pada alam,” ungkap Arif.
Sinergi Multi-Sektor
Kerja sama strategis ini tidak hanya berhenti di sawah. Kedepannya, BRIN dan Pemprov Jabar akan berkolaborasi dalam:
Penataan tata ruang wilayah yang lebih cerdas.
Pengembangan varietas tanaman lokal unggulan.
Penguatan sektor perikanan dan peternakan modern.
Dengan sinergi ini, Jawa Barat bersiap menjadi provinsi yang tidak hanya produktif secara ekonomi, tetapi juga tangguh secara ekologis.














