”Kami mengamati Desa Sidanegara punya potensi padi yang luar biasa, namun limbah sekamnya belum terkelola optimal. Lewat mesin cetak briket ini, kami menawarkan solusi sederhana untuk menaikkan nilai ekonomis limbah tersebut. Ini bukan sekadar alat, tapi peluang usaha baru bagi warga,” ujar Soni dengan optimis.
Dorongan Ekonomi Berbasis Desa

Inovasi ini disambut hangat oleh Pemerintah Desa Sidanegara.
Kepala Desa, Satiman, mengaku terkesan dengan inisiatif para mahasiswa yang tidak hanya berteori, tetapi terjun langsung memberikan solusi fisik yang relevan dengan kebutuhan desa.
”Kami sangat mengapresiasi kerja keras rekan-rekan mahasiswa Unigal. Mesin ini akan langsung kami serahkan ke unit BUMDes untuk dikelola secara profesional. Harapannya, briket sekam padi ini bisa menjadi produk unggulan desa yang laku di pasaran,” ungkap Satiman dalam sambutannya.
Tak hanya berhenti pada penyerahan alat, pihak desa juga berencana menjalin kerja sama berkelanjutan terkait pendampingan produksi.
Mahasiswa KKN pun memastikan bahwa briket yang dihasilkan mesin ini memiliki kepadatan tinggi, sehingga durasi pembakarannya jauh lebih awet dan berkualitas dibanding bahan bakar konvensional.
Sinergi Akademik dan Masyarakat
Aksi nyata mahasiswa Unigal ini juga menjadi simbol kuat betapa pentingnya sinergi antara dunia kampus dan kebutuhan riil di lapangan.
Melalui mesin cetak briket ini, Desa Sidanegara kini menatap potensi baru: mengurangi polusi limbah pertanian sekaligus menambah pundi-pundi pendapatan masyarakat melalui ekonomi kreatif yang berkelanjutan.














