“Beberapa siswa bilang ayamnya bau. Ada yang memilih membuangnya, ada juga yang hanya makan sayurnya saja,” ungkap Aziz.
Sekolah sebelumnya menerima 400 paket MBG, namun 129 paket masih tersisa dan kini diamankan untuk pemeriksaan laboratorium.
Dinas Pendidikan Imbau Sekolah Lebih Waspada
Menanggapi insiden ini, Erwan menginstruksikan semua sekolah di Ciamis lebih berhati-hati sebelum mendistribusikan MBG.
Ia juga meminta wali kelas di SMPN 4 Pamarican serta sekolah lain yang berada dalam jaringan dapur penyedia yang sama untuk melaporkan kondisi siswa setiap 2×24 jam.
“Ke depan, saya minta seluruh sekolah memeriksa fisik dan kualitas makanan lebih dulu sebelum dibagikan. Harapan kami, siswa bisa kembali belajar dalam keadaan sehat dan tenang,” kata Erwan.
Meski begitu, Dinas Pendidikan belum memastikan apakah distribusi MBG akan dihentikan sementara.
“Tidak semua siswa terdampak, sejauh ini tercatat 35 orang. Kita akan lihat perkembangan investigasi dan baru memutuskan apakah program MBG akan dihentikan sementara atau tetap dilanjutkan,” imbuhnya.
Pemeriksaan Laboratorium Jadi Penentu
Tim medis Dinas Kesehatan telah mengambil sampel makanan untuk diuji lebih lanjut.
Hasil laboratorium nantinya akan menjadi kunci untuk memastikan apakah MBG memang menjadi sumber keracunan atau ada faktor lain.
Erwan menutup keterangannya dengan meminta doa dari masyarakat.
“Kami mohon doa seluruh masyarakat Ciamis agar anak-anak yang dirawat bisa segera pulih dan kembali beraktivitas seperti biasa,” pungkasnya.














