banner 720x220
News  

Psikolog Forensik Ungkap Motif Keji di Balik Mutilasi Mojokerto

Foto: ilustrasi
Foto: ilustrasi

KONDUSIF.COM,Kasus Mutilasi Mojokerto,- Kasus pembunuhan dengan mutilasi kembali mengguncang publik. Kali ini, peristiwa mengenaskan itu menimpa Tiara Angelina Saraswati (25), perempuan muda yang tewas di tangan kekasihnya sendiri, Alvi Maulana (24).

Tak berhenti di situ, tubuh korban dipotong menjadi sekitar 310 bagian dan disebar di sejumlah lokasi berbeda, termasuk kawasan Pacet, Mojokerto.

Penemuan potongan tubuh pada Sabtu (6/9/2025) mengakhiri pencarian yang penuh misteri.

Dalam pemeriksaan, Alvi mengaku membunuh Tiara pada Minggu (31/8/2025) di sebuah kamar kos di kawasan Lidah Wetan, Surabaya.

Ia berdalih, konflik asmara yang toxic dan tekanan ekonomi menjadi pemicu tindakannya.

Namun, cara ia mengakhiri hidup sang kekasih justru membuka tabir gelap kepribadiannya.

Analisis Psikologi Forensik: Emosi Tak Terkendali hingga Sikap Narsistik

Praktisi Psikologi Forensik dan Klinis Surabaya, Riza Wahyuni, S.Psi., M.Si., menilai tindakan Alvi bukan sekadar tindak kriminal, melainkan cermin dari kondisi psikologis yang serius.

“Memotong tubuh menjadi ratusan bagian bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan tanpa dorongan kejiwaan tertentu,” jelas Riza.

Ia juga menyebut, pelaku semacam ini kerap menunjukkan tanda borderline personality disorder: emosi labil, mudah tersulut, hingga dorongan menyakiti orang lain.

Tak hanya itu, ada indikasi narcissistic personality disorder (NPD).

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *