Ia memastikan personel telah masuk ke titik-titik bencana dan diarahkan menjangkau wilayah paling parah, termasuk zona yang terisolasi akibat kerusakan jalur.
“Personel kami kirim ke wilayah terisolir. Kami juga menurunkan sarpras, termasuk pesawat, helikopter, dan kapal untuk mengirim logistik,” kata Sigit.
Ia menekankan bahwa jalur darat yang putus membuat pengiriman bantuan harus ditempuh lewat udara agar logistik tiba tepat waktu.
“Kami kerahkan bantuan melalui jalur udara ketika jalur darat tak bisa dimasuki,” sambungnya.
Sigit menjelaskan bahwa kekuatan Polri dikerahkan dari Mabes hingga seluruh polda di wilayah Sumatera untuk memaksimalkan dukungan.
“Kami memaksimalkan kebutuhan personel, peralatan, sarpras, dan logistik untuk membantu warga di Aceh, Sumut, dan Sumbar,” tutupnya.














