Dengan pendekatan humanis dan komunikasi terbuka, Kapolres menekankan pentingnya menjaga situasi agar tetap aman dan kondusif. Ia mengajak seluruh peserta aksi untuk kembali ke jalur dialog.
“Saya titip Pangandaran agar tetap damai. Kami dari Polres siap mengawal aspirasi ini agar sampai ke pemerintah dengan cara yang benar dan bermartabat. Mari kita cari solusi bersama, bukan dengan kerusakan,” ungkapnya di hadapan massa.
Pernyataan Kapolres tersebut menjadi titik balik. Massa yang semula emosional mulai mereda. Dalam waktu singkat, suasana dapat dikendalikan. Usai berdialog dengan koordinator lapangan, Kapolres berhasil membujuk massa untuk membubarkan diri secara tertib.
Aksi ini menyisakan kerusakan pada fasilitas umum, namun berkat penanganan cepat dan tepat, tidak ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Kapolres menegaskan bahwa Polres Pangandaran akan tetap profesional, proporsional, dan akuntabel dalam menangani persoalan hukum yang muncul.
“Siapa pun pelaku perusakan akan kami proses sesuai hukum yang berlaku. Tapi kami juga akan tetap mengedepankan pendekatan yang berimbang, agar masyarakat merasa dilindungi sekaligus ditegakkan hukumnya,” pungkas Kapolres.
Kejadian ini menjadi pelajaran penting bahwa ketegangan sosial bisa diredam bukan hanya dengan kekuatan, tetapi dengan kehadiran pemimpin yang responsif, komunikatif, dan berani turun langsung ke tengah masyarakat.***














