Namun, ia berharap ada keajaiban dan kebaikan dari pengadilan untuk meringankan vonis, mengingat keduanya sudah menunjukkan tanggung jawab terhadap anaknya.
“Perbuatan salah harus ditebus, tapi kesempatan memperbaiki diri jangan ditutup,” ungkapnya.
Bagi Kapolres, tindakan ini bukan hanya menyelesaikan kasus, melainkan juga memberi contoh kepada masyarakat bahwa kepolisian hadir dengan hati nurani.
“Menjaga kamtibmas itu bukan hanya menegakkan hukum, tapi juga menumbuhkan kepedulian dan kemanusiaan,” ujarnya.
Kapolres Ciamis Jadi Saksi Sisipkan Pesan untuk Kedua Mempelai
Sebelum menutup acara, Kapolres menyampaikan pesan menyentuh kepada kedua mempelai.
“Jagalah anak kalian baik-baik. Banyak orang belum dikaruniai anak, sedangkan kalian telah diberi amanah besar oleh Tuhan,” katanya.
Kata-kata itu disambut haru oleh Arif dan Putri yang meneteskan air mata bahagia.
“Alhamdulillah, kami berterima kasih kepada Pak Kapolres. Kami menyesal, tapi juga ingin memperbaiki semuanya,” ujar Putri dengan suara bergetar.
Sejarah dan Pelajaran Kemanusiaan
Kapolres Hidayatullah menegaskan, peristiwa seperti ini baru pertama kali terjadi di Polres Ciamis.
“Mudah-mudahan ini yang pertama dan terakhir. Tidak boleh lagi ada orang tua yang tega membuang anaknya,” katanya menutup dengan doa.
Pernikahan di kantor polisi itu kini menjadi simbol kemanusiaan bahwa keadilan bisa berjalan seiring dengan kasih, dan setiap kesalahan masih punya jalan untuk ditebus dengan tanggung jawab serta cinta.














