Ciamis,Kondusif.com,- Pinjaman online (pinjol) dan judi online (judol) kembali mencuat saat Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatullah menggelar Ngobras (Ngobrol Asyik) bersama warga di Bukit Baros Ciomas, Kecamatan Panjalu, Kabupaten Ciamis, dalam rangkaian Touring dan Baksos pengecekan jalur Operasi Lilin Lodaya 2025, Sabtu (6/12/2025).
Dalam sesi tanya jawab, seorang ibu mengungkapkan kekhawatirannya terhadap fenomena pinjol dan permainan daring yang kerap menjerat remaja.
Ia mengaku khawatir karena tidak selalu bisa mengawasi anaknya, sementara kasus serupa telah banyak terjadi tanpa sepengetahuan orang tua.
Kapolres Ciamis Tekankan Pengawasan Keluarga
Menanggapi hal itu, Kapolres menegaskan bahwa pengawasan keluarga menjadi tameng utama dalam mencegah remaja terjerumus pada pinjol maupun judi online.
“Cukup berikan anak 5–10 ribu untuk jajan. Jangan sampai mereka mencari tambahan lewat cara yang salah,” ujarnya.
Ia menjelaskan meski pemerintah berupaya menutup akses ke situs atau aplikasi berbahaya, praktik pinjol dan judi online tidak bisa dihilangkan secara instan.
Teknologi memungkinkan server beroperasi di luar negeri, seperti Kamboja atau Vietnam, sehingga pengawasan menjadi lebih kompleks.
Karena itu, Kapolres menekankan pentingnya membangun kebiasaan sehat dalam keluarga. Ia mencontohkan pola komunikasi di rumahnya sendiri.
“Anak boleh pakai gadget maksimal dua jam. Setelah itu HP saya simpan, lalu kami ngobrol. Saya tanya sekolahnya gimana. Intinya komunikasi jangan putus,” jelasnya.














