*Ketajaman dan Akurasi Deteksi Dini
Intelijen harus responsif dalam mendeteksi potensi gangguan Kamtibmas, baik konvensional maupun kontemporer seperti radikalisme, terorisme, kejahatan siber, konflik sosial, hingga disinformasi digital.
*Penguatan Sistem Peringatan Dini
Intelijen harus menjadi garda terdepan dalam memberikan peringatan awal dan rekomendasi konkret berbasis analisis yang valid, bukan hanya sebagai pelapor.
*Kapasitas Mitra Strategis Pimpinan
Intelijen harus menjadi mitra berpikir pimpinan dalam pengambilan keputusan, bukan sekadar pelengkap, dengan kualitas sumber daya manusia yang mumpuni secara teknis dan moral.
*Sinergi Lintas Sektor dan Institusi
Ditekankan pentingnya memperkuat kolaborasi internal dan eksternal, baik dengan lintas fungsi di lingkungan Polri, maupun dengan TNI, BIN, BSSN, dan instansi terkait lainnya.
*Implementasi Hasil Rakernis yang Nyata
Hasil Rakernis diharapkan tidak hanya menjadi dokumen formal, tetapi diterapkan secara nyata, terukur, dan memberi dampak langsung bagi masyarakat, institusi, dan negara.
“Rakernis ini harus menjadi titik tolak penguatan peran Intelkam dalam mendukung agenda strategis nasional, termasuk Program Asta Cita, khususnya pada aspek reformasi hukum dan penguatan sistem keamanan nasional,” kata Kapolda.
Di akhir arahannya, Irjen Pol. Rudi Setiawan mengingatkan seluruh jajaran Intelkam agar terus menjaga kepekaan terhadap dinamika situasi, memperkuat soliditas internal, dan tetap profesional serta humanis dalam menjalankan tugas. Hal ini menjadi bagian penting dari upaya membangun Polri yang modern, dipercaya, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.***














