Tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, KSOP Tanjung Wangi, TNI AL, dan Polairud mengerahkan sembilan kapal penyelamat, termasuk dua kapal milik TNI AL dan dua kapal Basarnas.
Proses evakuasi difokuskan pada titik-titik terakhir lokasi kapal terpantau, dengan bantuan kapal-kapal nelayan yang berada di sekitar wilayah perairan selatan Selat Bali.
“Kami mengutamakan keselamatan penumpang dan terus mendukung penuh koordinasi lapangan,” tambah Shelvy dari ASDP.
Pihak ASDP juga menegaskan bahwa seluruh aktivitas penyeberangan di lintas Ketapang-Gilimanuk tetap berjalan, namun dengan pengawasan cuaca dan standar keselamatan yang diperketat.
Para pengguna jasa penyeberangan diimbau untuk tetap tenang dan mengikuti arahan otoritas pelabuhan.
Penyebab Masih Didalami
Hingga kini, penyebab pasti tenggelamnya kapal masih dalam penyelidikan. Namun indikasi awal mengarah pada cuaca buruk dan gangguan sistem kelistrikan kapal.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) dijadwalkan melakukan investigasi mendalam dalam waktu dekat.
Sementara itu, pihak keluarga korban yang masih hilang tampak memadati area pelabuhan untuk mencari informasi terbaru.
Suasana haru menyelimuti ruang tunggu Pelabuhan Ketapang, dengan harapan anggota keluarga mereka bisa ditemukan dalam kondisi selamat.














