Rosan juga menjelaskan, Kampung Haji Indonesia akan dikembangkan di dua lokasi berbeda.
Strategi ini dirancang untuk mengatur arus lalu lintas dan logistik jemaah secara lebih efektif.
Sehingga seluruh fasilitas bisa dimanfaatkan dengan optimal.
Lebih lanjut, lahan yang ditawarkan akan menjadi hak milik institusi non-Arab Saudi pertama di Mekkah.
Menurut Rosan, hal ini menegaskan kepercayaan pemerintah Arab Saudi terhadap komitmen Indonesia dalam pembangunan fasilitas ibadah di tanah suci.
“Arab Saudi kini menganggap Indonesia sebagai mitra serius dan berkomitmen penuh untuk ikut membangun, tidak hanya di Mekkah, tetapi juga di Madinah ke depan,” ujarnya.
Pengumuman resmi hasil bidding ini dinanti banyak pihak, termasuk calon jemaah haji dan masyarakat Indonesia.
Sumber: Sekretariat Kepresidenan














