Kustiti: 0853-1841-4101
“Persyaratan kami buat mudah dan jelas. Kami ingin memastikan semua yang membutuhkan bisa mengakses bantuan ini tanpa kendala,” kata Dodo.
Upaya Menghapus Stigma
Lebih jauh, PPDI Ciamis juga menekankan bahwa program ini bukan sekadar bantuan alat fisik, tetapi juga upaya menghapus stigma negatif terhadap penyandang disabilitas.
Dengan adanya kaki palsu, tangan palsu, atau alat bantu gerak lainnya, diharapkan penyandang daksa bisa lebih percaya diri untuk kembali bekerja, berusaha, maupun berkegiatan sosial.
Data Dinas Sosial Kabupaten Ciamis (2024) mencatat, terdapat ribuan penyandang disabilitas di wilayah ini, termasuk mereka yang masuk kategori daksa.
Sebagian besar masih menghadapi keterbatasan akses terhadap fasilitas kesehatan dan alat bantu. Kondisi tersebut menjadi alasan PPDI mendorong adanya program gratis ini.
“Kami percaya bahwa disabilitas bukanlah hambatan untuk berkarya. Dengan fasilitas yang tepat, teman-teman difabel bisa menjadi pribadi yang mandiri, tangguh, dan produktif. Harapan kami, program ini bisa menjadi awal dari langkah-langkah besar berikutnya,” ujar Dodo menambahkan.
PPDI Ciamis juga berharap program bantuan kaki dan tangan palsu ini dapat mendapat dukungan lebih luas, baik dari pemerintah maupun masyarakat umum.
Menurut Dodo, kolaborasi lintas pihak sangat penting agar kebutuhan penyandang disabilitas bisa terpenuhi dengan lebih baik.
“Kami tidak bisa bergerak sendiri. Kami sangat berharap pemerintah daerah, lembaga sosial, dan juga masyarakat bisa ikut serta mendukung, baik dari segi fasilitas maupun pendanaan. Semakin banyak yang peduli, semakin banyak pula teman-teman disabilitas yang bisa terbantu,” tegasnya.
Dengan adanya program ini, PPDI Ciamis optimistis penyandang disabilitas daksa di Priangan Timur bisa mendapatkan kesempatan hidup yang lebih layak.
Tidak hanya lebih mandiri, tetapi juga berdaya guna bagi keluarga dan lingkungannya.
Sementara itu, Herdi Sekretaris PPDI Ciamis, berharap bantuan itu bisa bermanfaat untuk ke depan bagi para penyandang Disabilitas.
“Semoga bisa berguna untuk kemandirian difabel di masa depan agar tidak bergantung kepada orang lain,” ucapnya.














