Bhabinkamtibmas dan Babinsa setempat aktif mendampingi warga, menyosialisasikan pentingnya berkebun, serta mendukung terbentuknya kelompok masyarakat seperti KWT (Kelompok Wanita Tani).
“Sinergi tiga pilar sangat penting pemerintah desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Mereka bahu-membahu dengan PKK, penyuluh pertanian, MUI, LKD, BPD, dan tokoh masyarakat lainnya,” ujar Dadi.
Lebih jauh, Desa Jalatrang juga menggandeng kalangan akademisi dari universitas swasta di Ciamis melalui penandatanganan MoU untuk pendampingan dan kajian ilmiah.
Tak ketinggalan, beberapa BUMN turut membantu lewat program CSR, serta media lokal yang berperan menyebarkan informasi positif kepada publik.
“Dukungan media sangat luar biasa. Informasi soal sekolah lapang dan kegiatan KWT tersebar luas. Ini ikut membangkitkan semangat warga,” tambahnya.
Dengan dukungan berbagai pihak, program P2B di Desa Jalatrang tak hanya berhasil dari sisi teknis, tapi juga berhasil membangun semangat gotong royong yang kuat di tengah masyarakat.














