Ciamis,Kondusif.com,– Jembatan Cirahong,- Di balik hingar-bingar pembangunan jalan tol yang mulai merambah Jawa Barat, sebuah monumen baja dari akhir abad ke-19 tetap berdiri angkuh membelah lembah Sungai Citanduy.
Jembatan Cirahong, yang kini telah berusia lebih dari 132 tahun, tetap menjadi magnet bagi siapa saja yang merindukan sensasi berkendara di atas mahakarya arsitektur kolonial.
Hingga penghujung tahun 2025 ini, Cirahong bukan sekadar jalur penghubung, melainkan simbol ketangguhan yang menolak untuk tunduk pada usia.
Evolusi Fungsi Jembatan Cirahong: Dari Mobil ke Motor
Jika dulu mobil bisa bergantian melintasi geladak bawahnya, kini pemandangan itu tinggal kenangan.
Kebijakan pembatasan beban yang diberlakukan sejak beberapa tahun lalu masih tetap konsisten dijalankan: hanya roda dua dan pejalan kaki yang diizinkan melintas.
Keputusan ini juga terbukti efektif. Jembatan yang diresmikan pada 1893 ini kini terasa lebih “lega” namun tetap sibuk.
Bantalan kayu yang menjadi alas lantai bawah secara berkala diganti dan diperkuat.
Menciptakan irama suara klotak-klotak yang khas bagi setiap pengendara motor yang lewat sebuah identitas audio yang tak akan Anda temukan di jembatan beton modern.
Harapan Baru di Jembatan “Betmen”
Kabar yang paling dinanti warga perbatasan Manonjaya (Tasikmalaya) dan Ciamis adalah progres Jembatan Betmen (Benteng-Manonjaya).
Proyek ini diproyeksikan menjadi “Cirahong 2” yang akan mengakomodasi kendaraan roda empat.
Kehadiran jembatan baru ini juga nantinya diharapkan dapat “membebaskan” Jembatan Cirahong asli dari beban berat.
Sehingga ia bisa bertransformasi sepenuhnya menjadi kawasan cagar budaya dan wisata sejarah.














