Ia optimistis, sinergi Jaga Warga dengan Polri akan menjaga Yogyakarta tetap aman dan tertib.
Sultan menggambarkan kolaborasi ideal itu dengan falsafah Jawa: kerja Polri yang tata, titi, tatas, titis dan langkah Jaga Warga yang tanggap serta tuntas, diyakini mampu menjaga Yogyakarta tetap titi tentrem, karta raharja.
Kapolri Jenderal Sigit yang hadir dalam kegiatan tersebut menegaskan bahwa gerakan Jaga Warga merupakan ekspresi nyata pranata sosial yang sudah mengakar sejak lama di masyarakat Yogyakarta.
“Ini bukan hal baru. Ini bagian dari kearifan lokal yang terus tumbuh. Polri tidak mungkin bekerja sendiri tanpa keterlibatan masyarakat,” kata Sigit.
Ia meminta jajaran Polres, Polsek, hingga pemerintah kelurahan untuk tidak sekadar menyambut program ini secara formal.
Tetapi benar-benar bekerja bersama sebagai mitra lapangan dalam menjaga harmoni sosial.
“Kolaborasi ini adalah kekuatan nyata. Dengan bergerak bersama, keteraturan sosial di DIY bisa dijaga secara lebih efektif,” tegasnya.














