Jakarta,Kondusif.com,- Polri tidak ingin berjudi dengan keselamatan warga pada musim mudik Lebaran 2026. Menghadapi ancaman ledakan arus keluar Jakarta yang diprediksi menembus 3,5 juta kendaraan, Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi meluncurkan strategi tempur yang jauh lebih terukur dan modern.
Dalam Rapat Koordinasi Lintas Sektoral di Auditorium PTIK, Senin (2/3), Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan bahwa Operasi Ketupat 2026 bukan lagi sekadar operasi lalu lintas biasa.
Sebaliknya, ini adalah operasi kemanusiaan skala besar untuk memastikan negara hadir di setiap jengkal jalur mudik.
Strategi Berbasis Data, Bukan Perasaan
Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, Polri kini mengandalkan teknologi pemantauan real-time untuk mengambil keputusan di lapangan.
Irjen Pol Agus menekankan bahwa setiap rekayasa lalu lintas harus memiliki dasar parameter yang kuat.
“Kita tidak bekerja berdasarkan insting. Setiap keputusan rekayasa lalu lintas menggunakan parameter data sehingga respons dapat dilakukan lebih cepat,” tegasnya dengan lugas.
Selanjutnya, Korlantas telah memetakan penanganan ke dalam lima klaster utama, mulai dari optimalisasi jalan tol dan rest area, jalur fungsional, hingga pengawasan ketat di jalur Trans Jawa dan Trans Sumatera.
Strategi ini bertujuan agar penumpukan kendaraan dapat diurai bahkan sebelum kemacetan panjang terbentuk.
Rekayasa Berlapis di Titik Krusial
Selain mengandalkan data, Polri juga menyiapkan “jurus” rekayasa lalu lintas yang sudah teruji namun lebih disempurnakan, antara lain:














