“Sampah itu bencana, sampah itu penyakit! Kita akan dukung penuh pembangunannya. Bagaimana kita mau menjual pariwisata kalau lingkungan kita jorok dan kotor?” ujar Presiden dengan nada bicara yang lugas.
Proyek “Gentengisasi”: Menghapus Lambang Karat
Lebih lanjut, selain urusan limbah, Presiden Prabowo melontarkan gagasan estetik yang menarik: Proyek Gentengisasi.
Beliau juga mengkritik penggunaan atap seng yang kini menjamur di permukiman warga karena sifatnya yang panas dan mudah berkarat.
Menurut Presiden, karat bukan sekadar masalah fisik, tetapi simbol kemunduran.
“Seng itu membuat penghuni kepanasan dan cepat berkarat. Tidak mungkin Indonesia indah jika atapnya penuh seng berkarat. Karat adalah lambang degenerasi, bukan kebangkitan,” tandasnya.
Melalui visi ini, Presiden juga menargetkan dalam 2-3 tahun ke depan, pemandangan atap berkarat di Indonesia akan menghilang.
Beliau bermimpi melihat rakyat hidup di lingkungan yang tertata, indah, dan membahagiakan.














