Kini, Indonesia berdiri sejajar dengan negara-negara kunci seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Yordania, Turkiye, Pakistan, dan Mesir yang semuanya sepakat bergabung dalam BoP.
Fokus: Kemerdekaan dan Solusi Dua Negara
Indonesia meyakini bahwa kehadiran BoP adalah jawaban konkret yang sudah lama dinanti dunia.
Alih-alih hanya berwacana, badan ini akan memonitor administrasi dan proses rekonstruksi di lapangan secara langsung.
Lebih lanjut, Menlu Sugiono memastikan bahwa BoP memiliki visi politik yang jelas.
Kehadiran negara-negara besar di dalamnya berfungsi untuk menjaga agar setiap langkah teknis di Gaza tetap bermuara pada:
Kemerdekaan penuh Palestina.
Terwujudnya solusi dua negara (two-state solution).
Bukan Pengganti PBB
Menutup keterangannya, Menlu meluruskan persepsi mengenai posisi BoP di kancah global.
Ia menegaskan bahwa badan internasional ini tidak dibentuk untuk menyaingi atau menggantikan peran Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
”Ini adalah badan yang lahir dari kepedulian kolektif untuk menciptakan stabilitas nyata di Gaza. Indonesia memutuskan untuk bergabung demi memastikan perdamaian itu benar-benar terwujud,” pungkasnya.














