Selama ini, jemaah kita sering mengonsumsi beras dari negara lain; kini, mereka akan menikmati hasil keringat petani sendiri.
Ke depan, potensi pasar ini diprediksi bakal meledak. Selain jemaah haji, ada sekitar 2 juta jemaah umrah dan warga Indonesia (mukimin) di Arab Saudi yang menjadi target pasar potensial.
Estimasi kebutuhan haji: 20 hingga 50 ribu ton per tahun.
Target jangka panjang: Mendominasi konsumsi warga Indonesia di luar negeri.
Kualitas “Langit”: Lebih Baik dari Standar Nasional
Sementara itu, Direktur Utama Perum BULOG, Ahmad Rizal Ramdhani, menjamin bahwa beras yang diekspor adalah kasta tertinggi.
BULOG memberangkatkan beras CBP premium dengan spesifikasi yang bahkan melampaui standar umum di pasar domestik.
”Beras yang kita kirim adalah yang terbaik. Jika biasanya beras premium di Indonesia memiliki kadar pecah (broken) 15 persen, khusus untuk ekspor ini kadar pecahnya hanya 5 persen dengan kadar air di bawah 14 persen,” jelas Ahmad.














