2. Syukur dengan Ucapan (Syukur bil Lisan) – “Mengucapkan pujian kepada Allah dalam setiap keadaan adalah bagian dari rasa syukur,” katanya
3. Syukur dengan Perbuatan (Syukur bil Arkan) – “Syukur yang paling utama adalah berbagi dengan besama dan meningkatkan kualitas ibadah,” tegasnya.
Transformasi Diri Pascaramadan
Ustadz Rifa’i juga mengingatkan bahwa Idul Fitri bukan hanya soal baju baru atau makanan lezat, tetapi perubahan menuju kebaikan. Ia mengutip nasihat bijak.
“Bukanlah bagi mereka yang mengenakan pakaian baru, tetapi Idul Fitri adalah bagi mereka yang ketaatannya bertambah.”kata dia.
“Idul Fitri harus menjadi titik awal transformasi diri. Dari yang lalai menjadi lebih taat, dari yang jauh dari Allah menjadi lebih dekat,” pesannya.
Kemudian, ia menambahkan bahwa peningkatan kualitas ibadah, perbaikan hubungan sosial, serta kontribusi dalam kebaikan adalah bentuk nyata dari kemenangan sejati di hari yang suci ini.
“Dengan berakhirnya Ramadan, mari jadikan Idul Fitri sebagai awal langkah menuju keberkahan hidup yang lebih besar,” pungkasnya.














