“Kuta adalah contoh nyata bagaimana masyarakat bisa menjadi garda terdepan menjaga hutan. Kita akan perkuat model seperti ini di berbagai daerah,” ujarnya.
Potensi Ekonomi Berbasis Hutan
Selain menjaga lingkungan, Kampung Adat Kuta juga menghasilkan produk unggulan seperti gula merah, dengan kapasitas produksi mencapai 10 ton per minggu.
Menteri Kehutanan menilai potensi ini bisa diintegrasikan ke dalam program hutan sosial sehingga masyarakat tak hanya menjaga hutan, tetapi juga mendapatkan manfaat ekonomi yang lebih besar.
Pemerintah pusat, lanjutnya, akan menghubungkan produk masyarakat adat dengan pasar nasional maupun internasional.
Sehingga desa-desa yang masuk skema hutan sosial dapat lebih mandiri.
Raja Juli menutup kunjungannya dengan pesan bahwa masa depan pengelolaan hutan Indonesia harus berangkat dari desa-desa adat seperti Kuta.
Kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi kunci agar pembangunan lingkungan dan ekonomi berjalan seimbang.














