Produk turunannya bisa dimanfaatkan sebagai bahan tinta pemilu hingga berbagai kebutuhan rumah tangga.
Langkah serupa juga diterapkan pada komoditas sawit, di mana tandan buah segar (TBS) akan diolah menjadi berbagai produk seperti biofuel, minyak goreng, margarin, hingga mentega.
“Sekarang kami sedang melakukan akselerasi hilirisasi untuk kakao, mente, kelapa dalam, lada, dan komoditas lainnya. Khusus kelapa dalam, datanya meningkat signifikan. Tahun lalu produksinya 29 juta ton, sekarang sudah mencapai 33 juta ton,” jelas Amran.
Tidak hanya fokus pada hilirisasi, pemerintah juga memperkuat dukungan melalui optimalisasi anggaran sebesar Rp9,95 triliun.
Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan sektor perkebunan dan hortikultura di seluruh Indonesia.
“Kita akan berikan benih dan bibit gratis untuk petani di seluruh Indonesia. Komoditasnya meliputi kakao, kopi, kelapa dalam, mente, hingga pala. Totalnya sekitar 800 ribu hektare lahan akan kita garap. Program ini diperkirakan mampu membuka lapangan kerja baru bagi 1,6 juta orang dalam waktu dua tahun,” pungkas Amran.














