banner 720x220

Di Antara Ulama dan Santri, Herdiat Mengukir Pesan dari Ciamis untuk Bangsa

Pesan itu disambut takbir serentak. Semangat kebersamaan seolah menyala di setiap hati santri malam itu.

Program Masjid Ramah: Gerakan dari Masjid untuk Moral Bangsa

Bupati juga memaparkan upaya Pemkab Ciamis memperkuat kegiatan keagamaan melalui Anugerah Masjid Ramah 2025.

Program ini dinilai berdasarkan pelaksanaan Maghrib Mengaji dan salat berjamaah di masjid.

Kegiatan yang digagas bersama Kemenag, MUI, DMI, dan BAZNAS itu berlangsung sejak April hingga Oktober 2025.

Tujuannya jelas: menghidupkan masjid sebagai pusat spiritual, sosial, dan moral masyarakat.

“Kita ingin menjadikan masjid bukan hanya tempat ibadah, tapi pusat pembinaan umat,” ungkapnya.

Ribuan Santri dan Para Ulama Bersatu

Lebih lanjut, malam semakin larut, tetapi semangat santri tidak padam.

Mereka masih bertahan di halaman luas Islamic Center, bersama para ulama, tokoh agama, dan pimpinan ormas Islam.

Hadir di antaranya Kapolres Ciamis AKBP H. Hidayatulloh, Ketua DPRD H. Nanang Permana, Ketua MUI KH. Saeful Ujun.

Kemudian, pimpinan pesantren besar seperti KH. Fadlil Yani Ainusyamsi dan KH. Nonop Hanapi.

Ketika doa penutup dibacakan, suasana benar-benar khidmat.

Ribuan tangan terangkat ke langit malam, seolah mengirimkan harapan agar negeri ini dijaga oleh akhlak para santri.

Harapan di Langit Ciamis

Dari atas panggung, Bupati Herdiat menatap ribuan wajah muda itu dengan penuh harap.

“Semoga kegiatan ini membawa keberkahan, memperkuat ukhuwah, dan menumbuhkan akhlak mulia bagi seluruh masyarakat Ciamis,” tuturnya menutup acara.

Angin malam berembus lembut, membawa gema shalawat ke langit Ciamis.

Di bawah cahaya bulan, ribuan santri pulang dengan hati penuh semangat dan mata yang masih basah oleh air haru.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *