Ketiga, pandangan jauh ke depan. Para pahlawan berjuang bukan untuk diri mereka, tetapi untuk generasi masa depan agar hidup dalam kemakmuran.
“Darah dan air mata mereka adalah doa yang tak pernah padam. Menyerah berarti meninggalkan amanah kemanusiaan,” tegasnya.
Herdiat menambahkan, semangat perjuangan kini tidak lagi diwujudkan dengan bambu runcing, melainkan melalui ilmu, empati, dan pengabdian.
Namun, jiwa membela yang lemah dan memperjuangkan keadilan tetap menjadi roh utama.
Ia juga mengaitkan semangat perjuangan itu dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto yang menekankan pentingnya ketahanan nasional, keadilan sosial, kemajuan pendidikan, serta pembangunan manusia Indonesia yang sehat dan berdaya.
“Perjuangan para pahlawan adalah fondasi bagi kita untuk melanjutkan cita-cita mereka. Hari ini kita bersyukur dan berjanji bahwa kemerdekaan ini tidak akan sia-sia,” ucapnya.
Herdiat menutup amanatnya dengan seruan agar seluruh masyarakat bekerja lebih keras, berpikir jernih, dan melayani dengan tulus.
“Para pahlawan telah memberikan segalanya untuk Indonesia. Kini giliran kita menjaga agar perjuangan itu tidak padam,” tandasnya.














