banner 720x220

Harga Gabah Naik, Pengusaha Beras Ciamis Mengeluh:“Lebih Baik Berhenti Jualan!”

Foto: ilustrasi AI
Foto: ilustrasi AI

Lebih jauh, ia menyoroti belum digelontorkannya beras SPHP (Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan) meskipun sudah ada instruksi sejak bulan Juni-Juli.

Menurutnya, penyaluran SPHP penting untuk menekan harga beras di pasar.

“Regulasi terlalu lama. Kalau memang mau menahan harga sesuai HPP, ya harus ada percepatan. Jangan tunggu harga makin tak terkendali. Sekarang stok di petani menipis, otomatis harga gabah bertahan tinggi,” imbuhnya.

Harga Gabah Naik, Harga Beras Stagnan

Untuk harga beras sendiri, H. Edi menyebut harga medium saat ini berkisar Rp12.500/kg, sedangkan premium mencapai Rp14.000/kg.

Namun, di pasaran rata-rata beras medium dan premium dijual di angka Rp13.000/kg. Dengan harga gabah Rp800.000 per kintal, menurutnya, pengusaha beras justru merugi.

“Kalau harga beras cuma 13 ribu dan gabahnya 800 ribu per kintal, ya nggak kejangkau. Rugi. Mending berhenti jualan beras,” ucapnya tegas.

Pemerintah Harus Segera Salurkan SPHP

Ia berharap pemerintah segera menyalurkan beras SPHP bersubsidi, agar harga di pasar bisa turun secara alami.

“Jangan ditahan-tahan, salurkan. Subsidi katanya 1.500–2.000, ya kalau harga beras sekarang 13 ribu disubsidi 1.500, bisa turun jadi 11 ribu. Itu bisa redam harga dan menstabilkan pasar,” pungkasnya.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *