CIAMIS,Kondusif.com,- Halalbihalal PGRI Cikoneng, Gedung Islamic Centre Kecamatan Cikoneng, Kabupaten Ciamis, tampak lebih ramai dari biasanya pada Selasa, (31/3/2026).
Ratusan pendidik yang tergabung dalam Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Cabang Cikoneng berkumpul, melepas rindu setelah masa libur Idul Fitri 1447 H usai.
Namun, agenda ini bukan sekadar seremoni jabat tangan dan maaf-maafan; ini adalah momentum konsolidasi besar menyongsong wajah baru pendidikan digital.
Acara Halalbihalal ini dihadiri oleh jajaran Forkopimcam, mulai dari Camat Cikoneng, Ketua PGRI Kabupaten, Ketua K3S Kabupaten, Korwil Dinas Pendidikan, Ketua KUA dan para pendidik dilingkup PGRI Cikoneng.
Di hadapan para guru, Camat Cikoneng Heri Heriyanto menegaskan bahwa esensi silaturahmi kali ini harus bermuara pada penguatan sinergitas antara pendidik dan pemerintah.
”Melalui kegiatan ini, kita rajut kembali kekeluargaan dan kerja sama. Guru adalah ujung tombak yang harus terus meningkatkan kualitas diri agar benar-benar bisa digugu dan ditiru,” ujar Heri di sela-sela acara.

Tak hanya bicara soal mutu pedagogik, Heri juga menitipkan pesan krusial mengenai ketahanan lingkungan sekolah.
Mengingat cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah Ciamis, ia meminta para guru lebih peka terhadap potensi bencana.
“Saya minta guru-guru peduli dan peka. Jaga keselamatan diri, murid, dan lingkungan sekolah. Budaya bersih lingkungan bukan sekadar rutinitas, tapi langkah pencegahan bencana,” tambahnya tegas.
Mendobrak Sekat Generasi
Di sisi lain, Ketua PGRI Kecamatan Cikoneng, Edwar Guswara, membawa narasi yang lebih progresif.
Baginya, PGRI hari ini harus hadir sebagai wadah yang “berdampak,” terutama bagi para guru muda atau Generasi Z yang mulai mendominasi ruang kelas.
Edwar ingin menghapus sekat status kepegawaian di bawah payung organisasi.














