Perbedaan iklim antara Ciamis yang sejuk dengan Makkah yang bisa menembus suhu 40 derjat menjadi perhatian utamanya.
Ia menginstruksikan jemaah untuk disiplin menjaga fisik, memperbanyak asupan air, dan mengonsumsi makanan bergizi sejak dini.
“Panasnya sangat ekstrem, bisa membuat dehidrasi. Sebaliknya, jika masuk musim dingin, suhu bisa turun di bawah 10 derajat hingga kulit pecah-pecah. Tanpa fisik yang tangguh, ibadah tidak akan maksimal,” jelasnya.
Menutup arahannya, Bupati meminta para narasumber manasik untuk memberikan materi yang praktis dan aplikatif.
Ia berharap bimbingan ini tidak sekadar menjadi formalitas, melainkan pedoman hidup bagi 856 jemaah asal Ciamis selama berada di tanah suci.
Dengan mengucap basmalah, Herdiat resmi membuka rangkaian bimbingan yang akan mengantar para jemaah menuju Kloter 15 dan 31 melalui Bandara Internasional Kertajati tersebut.














