Ia menyayangkan pemerintah yang belum menetapkan bencana tersebut sebagai bencana nasional. Padahal, data BNPB per 2 Desember 2025 mencatat:
659 jiwa meninggal dunia
Kemudian, 475 orang hilang
Lalu, 2.600 orang terluka
Terus, 3,2 juta jiwa terdampak
Ditambah 1,1 juta jiwa mengungsi
Menurutnya, cakupan wilayah yang terdampak gempa tidak hanya satu daerah, melainkan puluhan kabupaten dan kota di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Jika pemerintah menetapkan status bencana nasional, katanya, penanganan bisa lebih fokus dan membuka pintu bantuan internasional.
“Kalau negara kita belum sanggup, jangan tutup pintu bantuan,” ujarnya.
Ia kembali bertanya kepada massa.
“Siap bantu Sumatera? Bantu Aceh? Bantu Sumatera Utara? Siap bantu Sumatera Barat?”
Pertanyaan itu langsung disambut pekikan Allahuakbar yang menggema di seluruh area Monas.
Panitia, kata Rizieq, sudah menyiapkan pintu-pintu donasi.
Peserta dipersilakan mengumpulkan dana dan mengirim relawan sebanyak-banyaknya.
Ia menyebut para relawan sudah lebih dulu membuka posko dan dapur umum sejak hari pertama bencana melanda.
“Duka Sumatera, duka Aceh, duka kita semua!” serunya.
Penutup: Monas Kembali Bergemuruh oleh Sholawat
Menutup sambutannya, Habib Rizieq kemudian mengajak seluruh peserta membaca Sholawat Badar.
Ia juga menyebut sholawat tersebut sebagai doa memohon keselamatan dari segala bencana dan musibah.
“Ayo kita baca ramai-ramai. Kita baca sambil berdiri,” ujarnya.
Ribuan peserta langsung berdiri. Dalam hitungan detik, Monas kembali bergemuruh oleh lantunan sholawat yang dibacakan bersama-sama hingga akhir acara.














