banner 720x220
News  

H-1 Lebaran, Cengek dan Cabai Merah di Ciamis Masih Jadi Komoditas “Paling Pedas” bagi Kantong

​Ayam Potong: Berada di angka Rp48.000 per kg.

​Meskipun harga melonjak drastis, transaksi jual-beli tetap berjalan sangat aktif.

Seolah-olah, harga yang tinggi tak menyurutkan niat warga untuk menyajikan menu terbaik di hari kemenangan nanti.

​Harga Cabai Meroket: “Butuh, Ya Terpaksa Dibeli”

​Ibu Enok (60), seorang warga asal Cikoneng yang sedang sibuk memilih bumbu, mengungkapkan kegelisahannya.

Sambil menenteng plastik belanjaan, ia mengakui bahwa pengeluarannya membengkak berkali-kali lipat.

​”Aduh, sekarang mah serba mahal. Cabai saja sudah luar biasa harganya. Tapi ya bagaimana lagi, namanya juga mau Lebaran, butuh buat masak di rumah. Mau tidak mau, ya terpaksa dibeli juga meskipun dompet menjerit,” seloroh Ibu Enok sambil tersenyum kecut.

​Ia juga menaruh harapan besar agar badai kenaikan harga ini segera berlalu.

“Harapannya, nanti setelah Lebaran harga-harga bisa kembali normal lagi. Kasihan kalau terus-terusan begini,” tambahnya.

​Kabar Baik dari Stok Beras

​Di tengah kepungan harga bumbu dan daging yang mencekik, kabar baik datang dari kios-kios beras. Berbeda dengan komoditas lain, harga beras terpantau masih relatif stabil.

Saat ini, beras kualitas medium hingga premium dijual di kisaran Rp14.500 hingga Rp15.500 per kg.

​Stabilitas harga beras ini setidaknya menjadi “napas buatan” bagi masyarakat di tengah gempuran harga kebutuhan pokok lainnya yang dipicu oleh tingginya permintaan menjelang Idulfitri.

Kini, warga Ciamis hanya bisa berharap agar rantai distribusi tetap lancar sehingga harga-harga segera melandai pasca-hari raya.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *