Selanjutnya, ia menyoroti munculnya berbagai opini di media dan masyarakat.
Untuk memastikan validitas informasi, PBNU membentuk Tim Pencari Fakta melakukan investigasi menyeluruh.
Wakil Rais Aam PBNU KH Anwar Iskandar dan KH Afifuddin Muhajir ditunjuk sebagai Pengarah.
Keduanya bertugas mengawal proses pencarian fakta agar berjalan objektif.
Ia juga menyampaikan bahwa implementasi Digdaya Persuratan Tingkat PBNU ditangguhkan sementara. Sementara itu, Digdaya Persuratan di tingkat PWNU dan PCNU tetap berjalan normal.
Tegaskan Nilai Khittah NU
Selain itu, ia kembali menegaskan pentingnya nilai-nilai Khittah NU.
Menurutnya, semua pihak harus mengedepankan kepentingan bersama dan menjaga kejujuran dalam tindakan.
Sebagai penutup, ia mengajak seluruh warga NU bermunajat kepada Allah SWT.
Ia berharap ikhtiar batin itu menghadirkan jalan keluar terbaik bagi Jam’iyah Nahdlatul Ulama.
Di sisi lain, Gus Yahya sebelumnya menyatakan tidak akan mundur dari jabatan Ketua Umum PBNU. Ia menegaskan bahwa Muktamar Ke-34 NU telah memberinya amanat lima tahun.
Ia menilai amanat tersebut harus ia jalankan sampai selesai.
“Insyaallah saya sanggup,” ujar Gus Yahya di Surabaya, Sabtu (22/11/2025).














