Ciamis, Kondusif – Perkumpulan Guru Madrasah (PGM) Indonesia Kabupaten Ciamis menyampaikan pernyataan sikap terkait nasib guru madrasah swasta yang mayoritas masih berstatus honorer.
Aspirasi itu disampaikan dalam audiensi yang digelar pada Rabu, 1 Oktober 2025, di Ruang Tumenggung Wiradikusumah, Gedung DPRD Kabupaten Ciamis.
Ketua PGM Kabupaten Ciamis, H. Moh. Fatoni, S.Ag., M.Pd.I, menegaskan bahwa pemerintah wajib segera memberi solusi nyata.
“Guru madrasah adalah benteng moral bangsa. Tapi hingga hari ini, ribuan guru madrasah swasta masih berada dalam ketidakpastian status dan kesejahteraan. Kami menuntut agar negara hadir dengan kebijakan afirmatif yang adil,” ujarnya.
Ketua DPRD Ciamis, Nanang Permana, yang memimpin jalannya audiensi, menyatakan dukungan penuh.
“DPRD akan berkomunikasi dengan DPR RI melalui Komisi IV, serta mendukung poin-poin yang dimaksud untuk diteruskan ke pusat,” tegas Nanang.
Mayoritas Guru Madrasah Masih Honorer
Data Kementerian Agama tahun 2024 menunjukkan lebih dari 70 persen guru madrasah masih berstatus honorer.
Situasi ini, menurut Fatoni, sudah berlangsung terlalu lama dan berdampak pada kualitas pendidikan di daerah.
Fatoni: Ada 11 Poin Aspirasi
Fatoni memaparkan secara rinci 11 aspirasi utama PGM Kabupaten Ciamis yang perlu mendapat tindak lanjut dari pemerintah pusat.
“Pertama, kami meminta afirmasi khusus bagi guru honorer madrasah swasta yang sudah mengabdi 15–20 tahun agar mendapat prioritas dalam seleksi PPPK/ASN. Kedua, pemerintah harus menyediakan formasi khusus untuk guru madrasah di luar formasi umum. Ketiga, mekanisme seleksi harus lebih sederhana dengan mempertimbangkan masa kerja, usia, dan pengalaman,” kata Fatoni.














