Kondisi ini membuat pemerintah daerah mengingatkan warga yang masih bertahan di zona rawan agar segera menuju titik aman.
“Keselamatan harus menjadi prioritas. Jangan menunggu situasi memburuk,” demikian imbauan aparat di sejumlah pos pengungsian.
Rekomendasi PVMBG: Jauhi Radius 8–20 Kilometer
Dengan status Awas, PVMBG mengeluarkan larangan aktivitas yang lebih ketat.
Warga diminta tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga 20 km dari puncak, karena jalur tersebut menjadi lintasan awan panas dan aliran lahar.
Di luar zona itu, masyarakat tetap dilarang mendekati tepi sungai dalam radius 500 meter.
Selain itu, zona 8 km dari kawah wajib dikosongkan karena rentan terkena lontaran batu pijar.
Warga juga diminta mewaspadai potensi guguran lava dan lahar di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, Besuk Sat, serta sungai-sungai kecil yang berhulu di Semeru.
Status Siaga Hanya Bertahan Satu Jam
Kenaikan status Semeru hari ini terbilang sangat cepat. PVMBG awalnya menaikkan level dari Waspada ke Siaga pada pukul 16.00 WIB.
Namun kondisi yang terus berkembang membuat status kembali dinaikkan menjadi Awas pada pukul 17.00 WIB.
Lonjakan aktivitas dalam rentang singkat ini langsung memicu aktivasi protokol darurat di Kabupaten Lumajang.
Lumajang Tetapkan Tanggap Darurat 7 Hari
Untuk mempercepat penanganan, Pemerintah Kabupaten Lumajang menetapkan status tanggap darurat selama tujuh hari, mulai 19 hingga 26 November 2025.
Dengan status ini, pos komando akan bekerja penuh untuk koordinasi evakuasi, logistik, dan upaya penyelamatan.
Sumber : BNPB














