Ciamis, kondusif.com – Perayaan HUT ke-80 Republik Indonesia di Desa Sukamaju, Kecamatan Baregbeg, Kabupaten Ciamis, berlangsung meriah meski minim dukungan dari pihak desa. Semangat warga RW 01 yang menggelar tradisi Gubyag Balong perayaan menangkap ikan di empang justru menjadi penggerak utama suasana perayaan.
Ketua RT 01 sekaligus panitia pelaksana, Deden Rusdiana, mengungkapkan bahwa semua biaya kegiatan, termasuk penyediaan sekitar 70 kilogram ikan, murni hasil patungan warga.
“Dananya dari warga, kalau dari desa hanya ada upacara di lapangan. Jadi untuk memeriahkan HUT RI ini, warga yang turun langsung,” jelas Deden.
Upacara Ada, Perlombaan Hilang
Deden menilai kegiatan desa saat ini hanya sebatas seremonial. Perlombaan yang dulu mempersatukan warga antar dusun, seperti sepak bola dan voli, sudah jarang digelar.
“Kalau dibilang maju, tidak. Kalau dibilang mundur juga tidak. Rasanya jalan di tempat. Harusnya perlombaan digalakkan lagi, biar suasana 17 Agustus lebih semarak,” tegasnya.
Satire terasa di balik ucapannya: saat warga berebut ikan di lumpur, yang diperebutkan dari pihak desa hanyalah seremonial.
Warga Rela Panas-Panasan Demi Gubyag Balong Sukamaju
Meski sederhana, antusiasme warga tetap tinggi. Anak-anak hingga orang dewasa berhamburan masuk ke lumpur demi tradisi tahunan ini.
Salah satu warga, Dede, mengaku ikut gubyag balong meski harus panas-panasan di bawah terik matahari.
“Seru sekali, walaupun kotor-kotoran di lumpur. Saya cuma dapat empat ekor ikan, tapi ini setahun sekali, jadi tetap puas. Yang penting kebersamaan,” ujarnya sambil tertawa.
Ungkapan Dede menegaskan bahwa esensi perayaan kemerdekaan bukan soal hadiah, melainkan kebersamaan dan gotong royong.
Desa Apresiasi, Tapi Minim Dukungan
Ketua RW 01, Iwan Ridwan, menambahkan bahwa total ikan yang terkumpul mencapai 75 kilogram, ditambah sumbangan spontan warga.














