banner 720x220
News  

Tiga Gim Asal Indonesia Raih Penghargaan Asia Tenggara, Industri Lokal Siap Mendunia

Sumber foto : (komdigi)
Sumber foto : (komdigi)

“Kami mengajak seluruh pengembang gim bergabung dalam Garuda Spark Innovation Hub. Platform ini menghubungkan seluruh pelaku industri kreatif digital dalam satu wadah kolaboratif,” jelas Meutya.

IGDX 2025 juga menghadirkan kisah inspiratif. Salah satunya Adelia Misha, siswi SMP asal Malang yang datang ke Bali menggunakan bus untuk menampilkan karya gim buatannya.

Di usia baru 13 tahun, Misha telah menciptakan tiga gim.

Dalam ajang ini, ia juga memperkenalkan Mocchi Mitten Bubble Revenge, karyanya yang sarat kreativitas.

Gim Lokal Siap Bersaing

Sementara itu, Presiden Asosiasi Game Indonesia (AGI), Shafiq Husein, menegaskan bahwa kualitas gim lokal kini telah mampu bersaing di pasar global, terutama di kawasan Asia Tenggara.

“Bahkan peserta tingkat pelajar pun mampu bersaing dengan pasar internasional. Tiga gim asal Indonesia baru saja memenangkan penghargaan di Kuala Lumpur dari lima kategori,” ungkap Shafiq.

Ia juga menilai capaian itu bukti kuat bahwa industri gim nasional sudah siap secara kualitas dan kapasitas.

Hanya saja, dibutuhkan dukungan lebih dari para pemangku kepentingan.

Shafiq menambahkan, AGI juga berkomitmen mendukung pengembang muda seperti Misha serta memperkuat kolaborasi dengan pemerintah untuk mempercepat kemajuan industri gim nasional.

“Kami akan terus bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital. AGI siap menjadi jembatan bagi semua pihak yang ingin berkolaborasi atau masuk ke industri gim Indonesia,” tutupnya.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *