Bahkan menggunakan pengeras suara di warung-warung untuk mengingatkan warga agar melakukan 3M Plus.
“Edukasi terus dilakukan melalui Puskesmas, bekerja sama dengan Kapolsek dan Koramil, bahkan sampai ke warung-warung dengan pengeras suara,” jelasnya.
Respons masyarakat terhadap langkah ini, lanjut Edis, sangat positif.
Masyarakat kini semakin paham bahwa pencegahan DBD bukan hanya tugas pemerintah, tetapi juga tanggung jawab bersama.
Hasil Nyata: Kasus DBD Berhasil Ditekan
Berkat kolaborasi lintas sektor ini, kasus DBD di Ciamis menunjukkan tren penurunan yang signifikan.
Dari total 588 kasus hingga 30 September 2025, jumlah tersebut jauh lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang mencapai lebih dari 800 kasus.
“Semua elemen bergerak, dan hasilnya terlihat nyata. Kasus DBD di Ciamis berhasil ditekan secara signifikan,” tegas Edis Herdis.
Ia berharap semangat gotong royong masyarakat ini terus dipertahankan.
Terutama menjelang musim hujan yang berpotensi meningkatkan risiko perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti.














