“Seharusnya ini tidak terjadi di institusi pendidikan sekelas UPI. Ini menjadi ironi dan alarm bagi seluruh kampus agar lebih memahami dan menghormati hukum yang berlaku di Indonesia,” tegasnya.
Lebih lanjut, Leza meminta Kemendikbudristek untuk segera memanggil pihak-pihak yang bertanggung jawab. Ia menilai insiden tersebut bukan hanya melanggar etika, tapi juga mencoreng nilai kebangsaan yang seharusnya dijunjung tinggi oleh lembaga akademik.
“UPI sebagai kampus pendidikan harusnya jadi garda terdepan dalam menjaga bahasa Indonesia. Ini preseden buruk. Kami minta ada tindak lanjut dari kementerian terkait,” tuturnya.
Sebagai penutup, Leza menyatakan bahwa keberanian Cucun Ahmad Syamsurijal layak dijadikan teladan.
“Saya ucapkan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada Pak Cucun. Beliau telah menunjukkan bahwa masih ada wakil rakyat yang konsisten dengan nilai hukum dan nasionalisme,” katanya.***














