Jadwal yang padat justru melatihnya lebih disiplin dan terorganisasi.
“Budaya kerja Jepang mengajarkan saya disiplin, tanggung jawab, dan efisiensi. Semua itu menjadi bekal berharga menghadapi dunia kerja,” tambahnya.
Fajri juga berhasil menyelesaikan Tugas Akhir sebagai pengganti skripsi selama magang.
Hal ini menjadi bukti bahwa program MBKM benar-benar memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengintegrasikan teori dan praktik.
Apresiasi Fakultas Pertanian Unigal
Pihak Fakultas Pertanian mengapresiasi pencapaian Fajri.
Menurut mereka, keberhasilan mahasiswa di program internasional menjadi indikator meningkatnya mutu akademik dan kontribusi nyata terhadap pencapaian akreditasi.
“Program magang luar negeri membuka wawasan global mahasiswa sekaligus memperkuat reputasi universitas di tingkat nasional,” ujar perwakilan Fakultas Pertanian Unigal.
Akreditasi “Baik Sekali” ini mempertegas transformasi Unigal menuju kampus berkelas dunia.
Kurikulumnya kini lebih adaptif, kolaboratif, dan relevan terhadap tantangan sektor pertanian masa depan.
Fajri berharap semakin banyak mahasiswa Unigal yang berani mengikuti program serupa.
“Pengalaman internasional bukan hanya untuk diri sendiri, tapi juga untuk membawa nama baik kampus lebih tinggi,” tutupnya penuh semangat.














