“Total dua slop rokok diambil paksa. Kasihan sales-nya, nilai barangnya lumayan besar,” ucap Aep.
Saat ditanya soal identitas, Aep mengaku tidak mengetahui asal media mereka.
“Mereka mengaku wartawan, tapi tidak jelas dari mana. Anak-anak desa tidak berani menanyakan kartu pers karena saya sedang tidak di tempat,” katanya.
Aep menegaskan, ke depan pihaknya sudah memberi instruksi kepada seluruh perangkat desa agar lebih tegas dan waspada.
“Kalau ada tamu yang mengaku wartawan, tanya identitasnya secara detail. Kalau ada indikasi pemerasan, harus dilawan,” tegasnya.
Tanggapan APDESI Ciamis
Sementara itu, Ketua APDESI Kabupaten Ciamis, Ivan Abdul Jalal, mengaku telah menerima laporan terkait peristiwa tersebut.
Ia menilai tindakan itu sangat meresahkan perangkat desa maupun masyarakat.
“Kalau ada yang mengaku wartawan, perangkat desa harus berkoordinasi dengan kepala desa, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas. Jangan langsung percaya,” ujar Ivan saat dikonfirmasi via telepon, Rabu (12/11/2025).
Ia juga mengimbau agar kepala desa selalu berkoordinasi dengan organisasi pers di Kabupaten Ciamis jika menemui hal serupa.
“APDESI siap membantu mengonfirmasi ke organisasi pers resmi. Mereka pasti tahu siapa saja anggotanya,” tegas Ivan.
Dengan adanya kasus ini, APDESI mengingatkan seluruh perangkat desa di Ciamis untuk lebih berhati-hati terhadap oknum yang mengatasnamakan wartawan.
“Jangan takut, tapi juga jangan gegabah. Semua harus sesuai aturan dan etika,” pungkasnya.














