banner 720x220
News  

Edy Wuryanto Tagih Janji Negara Lindungi Pekerja Miskin

EDDY WURYANTO MENDESAK PEMERINTAH SEGERA MENCAIRKAN BANTUAN IURAN BPJS KETENAGAKERJAAN BAGI PEKERJA MISKIN. MENGGUNAKAN HASIL INVESTASI OBLIGASI SEBAGAI SOLUSI AGAR TAK MENGGERECOTI APBN.

Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, (sumber foto: DPR RI)
Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, (sumber foto: DPR RI)

JAKARTA,Kondusif.com,- Bayang-bayang kemiskinan ekstrem terus menghantui jutaan pekerja sektor informal di Indonesia. Di tengah risiko kecelakaan kerja yang mengintai setiap saat, negara seolah masih absen memberikan payung perlindungan. Anggota Komisi IX DPR RI, Edy Wuryanto, mengingatkan bahwa negara memiliki mandat konstitusional untuk melindungi kelompok paling rentan ini.

​Edy menegaskan, pekerja miskin seharusnya tidak lagi memikul beban iuran Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM) secara mandiri.

“Negara wajib hadir. Ini bukan sekadar kebijakan, melainkan amanat Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN),” cetus Edy seperti dilansir dari laman resmi DPR RI, Jumat, (10/4/2026).

​Ironi di Balik Angka

​Merujuk pada Pasal 14 dan 17 UU SJSN, pemerintah sebenarnya memiliki kewajiban mendaftarkan pekerja tak mampu ke dalam skema Penerima Bantuan Iuran (PBI).

Namun, realita di lapangan justru berkata sebaliknya.

Edy memotret nasib sekitar 20 juta petani, nelayan, hingga pedagang kecil kelompok Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) yang hingga kini masih dibiarkan bertarung tanpa pengaman.

​Politikus PDI Perjuangan ini menyodorkan potret buram dari daerah pemilihannya.

Ia mengisahkan pilunya nasib Ibu Nurul, seorang pemulung yang jarinya nyaris putus saat bekerja.

Lantaran tak terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, ia terpaksa menanggung lara sekaligus beban biaya medis seorang diri.

“Kasus seperti ini terus berulang. Risiko mereka tinggi, tapi perlindungannya nol,” ujar Edy masygul.

​Solusi Tanpa Membebani APBN

​Selama ini, pemerintah kerap berlindung di balik alasan klasik: keterbatasan anggaran.

Namun, Edy mematahkan argumen tersebut dengan perhitungan yang konkret.

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *