Jakarta,Kondusif.com,- Lelang KPK, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kini tengah menghadapi situasi yang membingungkan sekaligus mencurigakan.
Bagaimana tidak? Dua unit ponsel OPPO yang awalnya dipasang dengan harga limit “receh” sebesar Rp73 ribu, mendadak meroket hingga laku terjual seharga Rp59,72 juta dalam sebuah lelang barang rampasan negara.
Meskipun angka ini terdengar seperti durian runtuh bagi kas negara, Direktur Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi KPK, Mungki Hadipraktikto, justru memasang sikap waspada.
Pada Senin (16/3/2026), ia mengakui bahwa lonjakan fantastis ini merupakan anomali yang luar biasa.
Namun, di balik angka mentereng tersebut, terselip kekhawatiran lama: risiko gagal bayar.
Trauma Batik Lima Ribu Perak
Ketakutan KPK bukan tanpa alasan. Lembaga antirasuah ini rupanya sudah kenyang dengan pengalaman “dikerjai” oleh penawar nakal.
Mungki membeberkan preseden buruk di mana sebuah kemeja batik sutra dengan limit Rp5 ribu sempat ditawar hingga Rp5 juta.
Hasilnya? Pemenang lelang menghilang tanpa kabar (wanprestasi), dan negara hanya mendapatkan beban administratif tambahan.














