”Kami ingin jurnalis memiliki wawasan yang komprehensif. Dengan mendengar masukan dari berbagai sudut pandang ini, karya jurnalistik yang dihasilkan akan lebih kaya, berimbang, dan tidak lagi terjebak pada sudut pandang tunggal,” ujar Rifa’i.
Mengasah Ketajaman Lewat Kritik
Kehadiran pemerhati pers dan akademisi dalam forum tersebut bukan sekadar pemanis acara.
Mereka berperan memberikan kritik konstruktif terhadap wajah media saat ini.
Dengan membuka diri terhadap masukan dari luar, IPJI Ciamis menunjukkan kedewasaan berorganisasi yang siap beradaptasi dengan tuntutan publik.
Dukungan dari tokoh agama juga memberikan warna unik.
Hal ini memastikan bahwa setiap informasi yang disebarluaskan oleh anggota IPJI tetap berpijak pada nilai-nilai moral dan kemanusiaan, sehingga pers benar-benar berfungsi sebagai alat pemersatu, bukan pemecah belah.
Membangun Ruang Publik yang Kondusif
Melalui kolaborasi Pentahelix ini, IPJI Ciamis optimistis dapat berkontribusi positif dalam menciptakan ruang informasi publik yang kondusif.
Langkah ini sekaligus membuktikan bahwa organisasi pers yang sehat adalah organisasi yang mampu berkolaborasi tanpa kehilangan independensinya.
Sinergi ini diharapkan tidak berhenti pada forum diskusi saja, melainkan menjadi gerakan berkelanjutan.
IPJI Ciamis berkomitmen untuk terus menjalin komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat demi mewujudkan jurnalisme yang profesional, adaptif, dan bermartabat di Kabupaten Ciamis.














