Pada 1 Oktober 2025, Perumdam menggandeng komunitas Jurig Cai yang menanam 300 bibit di Desa Winduraja. Sehari setelahnya, giliran komunitas Peduli Alam Galuh Asri (Pedal Gas) menanam 300 bibit di Sukahurip, Kecamatan Cihaurbeuti.
Sebagai penutup, 3 Oktober 2025, Perumdam Tirta Galuh menanam 100 pohon manglid di Intake Ampera, Desa Cileueur, yang menjadi titik vital pasokan air bersih untuk masyarakat Ciamis.
Kolaborasi Pemerintah, Komunitas, dan Warga
Amsi mengapresiasi keterlibatan berbagai pihak dalam aksi ini. Ia menyebut kontribusi pemerintah desa, komunitas pecinta alam, dan masyarakat telah memperkuat semangat kolektif dalam menjaga lingkungan.
“Saya sangat apresiasi semua yang telah ikut berpartisipasi. Dari pemerintahnya, komunitasnya, hingga masyarakatnya. Insyaallah, kita di Perumdam akan selalu men-support bagaimana menciptakan kondisi lingkungan yang lebih baik untuk anak cucu kita,” ungkapnya.
Menanam Pohon, Menanam Harapan
Ketua Pelaksana kegiatan, Hilman Taufik Hidayat, menambahkan bahwa gerakan ini menjadi bukti nyata kepedulian terhadap kelestarian air. “Air adalah sumber kehidupan. Dengan menanam pohon, kita menjaga sumber daya air agar tetap tersedia bagi generasi mendatang,” ujarnya.
Gerakan menanam 1.000 pohon ini bukan hanya bernilai ekologis, tetapi juga sarat makna sosial dan spiritual. Seperti yang disampaikan Amsi, menanam pohon berarti menanam kebaikan yang akan kembali pada manusia.
“Rindang-rindang pohon jati, kita suka bumi dalam satu hari. Mari kita tanam dengan sepenuh hati, mudah-mudahan bumi ini semakin lestari,” tutup Amsi.***














