Ciamis,kondusif.com– Dalam upaya memperkuat pengendalian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Ciamis terus membangun kerja sama lintas kabupaten dan lintas sektor. Langkah ini dilakukan karena penyebaran DBD tidak hanya dipengaruhi oleh kondisi lingkungan lokal, tetapi juga oleh mobilitas penduduk antarwilayah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, Edis Herdis, menegaskan bahwa penanggulangan DBD tidak bisa dilakukan secara parsial.
Kolaborasi antarwilayah menjadi kunci agar rantai penularan virus dengue dapat diputus lebih efektif.
“Kami melakukan koordinasi lintas kabupaten untuk penanganan DBD, karena penyebarannya bisa melampaui batas administratif wilayah,” ujar Edis Herdis, Rabu (8/10/2025), di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis.
Penyebaran DBD Tak Kenal Batas Wilayah
Menurut Edis, nyamuk Aedes aegypti tidak mengenal batas administratif seperti kecamatan atau kabupaten.
Ditambah lagi, pergerakan masyarakat antarwilayah yang tinggi menjadi salah satu faktor risiko penularan DBD lintas daerah.
“Ada kemungkinan seseorang tertular di luar daerah jika aktivitas hariannya di luar wilayah Ciamis. Sebaliknya, warga luar daerah yang beraktivitas di Ciamis juga bisa membawa risiko penularan,” jelasnya.
Karena itu, Dinas Kesehatan Ciamis aktif berkoordinasi dengan kabupaten tetangga seperti Tasikmalaya, Banjar, dan Pangandaran untuk berbagi data kasus dan melakukan pengendalian bersama.
Langkah ini dianggap penting untuk memastikan deteksi dini dan respons cepat apabila ditemukan lonjakan kasus di wilayah perbatasan.
Dinkes Ciamis Lakukan Kolaborasi
Selain koordinasi lintas kabupaten, Edis menambahkan bahwa di tingkat lokal, pihaknya juga memperkuat sinergi dengan puskesmas, Forkopimcam, pemerintah desa, serta lembaga pendidikan.














