CIAMIS,KONDUSIF.COM,- Suasana khidmat penutupan rangkaian Tarawih Keliling (Tarling) tingkat Kabupaten Ciamis 1447 H Eks Kewadanaan Ciamis di Masjid Al Kautsar, Cikoneng, Kamis malam (12/3/2026), berubah menjadi momen penuh kejujuran.
Di hadapan jamaah, Bupati Ciamis Herdiat Sunarya menyampaikan permohonan maaf yang mendalam karena merasa belum bisa memberikan pembangunan infrastruktur yang maksimal bagi warga Tatar Galuh.
Momen ini menjadi sangat personal bagi Herdiat, mengingat Cikoneng merupakan titik terakhir safari Ramadan tahun ini sekaligus wilayah yang memiliki ikatan sejarah bagi keluarganya.
Luka Likuiditas Akibat Pandemi COVID-19
Secara blak-blakan, Herdiat membeberkan alasan utama di balik mandeknya pembangunan fisik di Ciamis.
Ia mengajak masyarakat menengok kembali masa sulit sejak ia dilantik pada 2019 lalu, di mana hantaman pandemi COVID-19 selama tiga tahun berturut-turut telah menguras habis “napas” keuangan daerah.
”Tugas saya dimulai tahun 2019, dan langsung disambung pandemi selama tiga tahun. Selama itu, APBD kita terus-menerus terkena refocusing. Tidak kurang dari Rp1 triliun anggaran pembangunan dipangkas untuk menyelamatkan nyawa masyarakat,” ungkap Herdiat dengan nada bicara yang rendah hati.
Kondisi tersebut ternyata berbuntut panjang hingga saat ini.
Herdiat merinci bahwa setelah pandemi mereda pun, anggaran Ciamis kembali dipangkas sebesar Rp174 miliar.
Padahal, Pendapatan Asli Daerah (PAD) Ciamis tergolong kecil, yakni hanya Rp374 miliar.














