banner 720x220

Dari Game ke Grup Privat, Densus 88 Ungkap 110 Anak Terpapar Radikalisme

Foto : Ilustrasi
Foto : Ilustrasi

Di sisi lain, Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Trunoyudo Wisnu Andiko, menilai bahwa meningkatnya kerentanan anak berkaitan dengan faktor sosial yang sering kali luput dari perhatian keluarga.

“Bullying, keluarga yang tidak harmonis, kurangnya perhatian orang tua, hingga pencarian jati diri membuat anak gampang terpapar,” ucapnya.

“Selain itu, rendahnya literasi digital dan pemahaman agama juga memperbesar risiko mereka disusupi paham ekstrem,” ungkapnya.

Densus 88 Sikat Lima Perekrut yang Kendalikan Komunikasi Secara Online

Dalam pengungkapan ini, Densus 88 juga berhasil menangkap lima perekrut yang selama ini mengendalikan komunikasi jaringan melalui media sosial.

Mereka mengatur alur propaganda, mendorong anak untuk aktif di grup rahasia, dan menyuntikkan ideologi radikal secara bertahap.

“Kelima pelaku yang mengelola grup tersebut sudah kami amankan,” ujar Trunoyudo.

Identitas mereka yakni:

FW alias YT (47) dari Medan

LM (23) dari Banggai

PP alias BMS (37) dari Sleman

MSPO (18) dari Tegal

JJS alias BS (19) dari Agam

Kelima orang ini diduga berperan langsung merekrut, mempengaruhi, hingga mengarahkan anak-anak untuk terlibat dalam jejaring terorisme.

Sumber : Humas Polri 

banner 720x220

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *