Dokter dan tenaga medis juga telah mendapatkan pelatihan penanganan dini pasien DBD agar tidak terjadi keterlambatan diagnosis.
“Kami pastikan semua pasien mendapat penanganan maksimal. Tidak ada kasus pasien meninggal karena terlantar atau tidak tertangani,” tegasnya.
Dinas Kesehatan juga terus melakukan pemantauan aktif di setiap puskesmas melalui laporan mingguan agar kasus berat bisa segera diidentifikasi dan dirujuk ke rumah sakit rujukan.
Imbauan untuk Warga: Segera Periksa Jika Ada Gejala
Edis mengingatkan masyarakat agar tidak menunda pemeriksaan ketika mengalami gejala demam tinggi, nyeri sendi, atau muncul bintik merah di kulit.
Penanganan dini sangat penting untuk mencegah kondisi DBD berkembang menjadi berat.
“Kalau ada gejala demam tinggi lebih dari dua hari, jangan tunggu sembuh sendiri. Segera periksa ke puskesmas atau rumah sakit terdekat,” imbau Edis.
Ia juga meminta masyarakat agar tidak meremehkan DBD meski angka kasus tahun ini menurun.
Kesadaran untuk menjaga kebersihan lingkungan dan melakukan 3M Plus tetap menjadi kunci.
Agar tidak ada lagi korban meninggal akibat gigitan nyamuk Aedes aegypti.














