Pada Agustus tercatat 62 kasus dengan satu kematian, dan September 54 kasus dengan satu kematian.
Ia menilai penurunan ini tak lepas dari meningkatnya kesadaran masyarakat serta respon cepat lintas sektor dalam menekan penyebaran DBD.
Dinkes bersama Forkopimcam, pemerintah desa, dan kader kesehatan terus menggalakkan gerakan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) serta 3M Plus di lingkungan masyarakat.
“Artinya, jika kita bandingkan dengan 2024, tahun 2025 ini menunjukkan penurunan signifikan dan kondisi relatif terkendali,” tegasnya.
Selain aksi PSN, sosialisasi juga dilakukan secara masif melalui puskesmas, sekolah, dan media lokal.
Agar masyarakat memahami pentingnya menjaga kebersihan lingkungan, menguras bak mandi, serta menutup tempat penampungan air.
Edis Herdis menegaskan, meskipun tren menurun, kewaspadaan tetap harus dijaga menjelang musim hujan yang biasanya menjadi periode rawan peningkatan kasus.
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus waspada dan melaksanakan 3M Plus secara rutin. Jangan lengah karena nyamuk Aedes aegypti tetap bisa berkembang di lingkungan yang tampak bersih sekalipun,” ujarnya menutup.














