Hal ini dilakukan demi menjaga kualitas mutu agar tetap prima saat sampai ke tangan masyarakat.
”Kita selalu mengacu pada panduan BGM. Mulai dari pembersihan bahan, persiapan, pengolahan, hingga pemorsiannya. Insyaallah kalau semua sesuai aturan, makanannya akan bagus mutunya dan kesehatannya terjaga,” tambahnya lagi.
Di sisi lain, dapur yang dikelola Yayasan Kemala Bhayangkari ini ternyata juga menjadi motor penggerak ekonomi warga Tatar Galuh.
Ny. Diana mengungkapkan bahwa seluruh bahan baku pokok diambil dari petani, peternak, hingga nelayan lokal Ciamis.
Bahkan, operasional dapur ini melibatkan relawan dari berbagai kalangan, termasuk kelompok lansia hingga penyandang disabilitas.
Dengan begitu, SPPG Ciamis tidak hanya sekadar membagikan makanan bergizi, tetapi juga memberdayakan potensi kemanusiaan di sekitarnya.
Hasna/Kondusif.com














